Membangun jaringan untuk bisnis

Bagaimana cara melihatnya
Bahkan, pembangunan jaringan dapat dimulai dengan sesekali bertemu dan mengobrol di acara perusahaan atau jaringan. Kenyataannya, bagaimanapun, adalah untuk membangun jaringan. Mengetahui dan berbicara saja tidak cukup, itu membutuhkan beberapa hal yang lebih intens dan lebih dalam.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Harvard Business Review mulai membangun jaringan yang menganalisis jaringan, orang-orang terdekat atau orang-orang dalam sebuah tim. Awasi mereka dan lihat bagaimana energi yang muncul setelah berinteraksi dengan mereka atau apa yang mereka dapatkan dengan berbicara dengannya tercipta.

Orang yang menawarkan manfaat di internet tidak harus ekstrovert atau memiliki banyak pengetahuan. Sudah cukup untuk memulai dengan memberi energi positif atau memperburuknya.

Langkah selanjutnya adalah mengklasifikasikannya. Secara umum, ada enam kategori dasar keunggulan jaringan: informasi, dukungan, pengaruh politik, pengembangan pribadi, dukungan dan energi pribadi, tujuan, dan keseimbangan kehidupan-kerja. Penting untuk membangun jaringan yang menawarkan keuntungan. Tidak ada yang salah dengan membangun jaringan atau pertemanan yang terbatas, tetapi bagi perusahaan, manfaatnya lebih dapat diprediksi.

Kemudian lengkapi jaringan yang memenuhi persyaratan. Kapan pun memungkinkan, sebuah perusahaan merasa sulit untuk membiasakan pengguna dengan publik, mengobrol dengan mereka dan mendapatkan informasi dari mereka. Hal yang sama berlaku jika Anda ingin membuat jaringan untuk lebih dekat dengan investor, memasarkan produk, dan sebagainya.

Hal yang bisa kamu lakukan

(a) Datanglah ke acara tersebut
Partisipasi dalam seminar, lokakarya atau pertemuan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif untuk bertemu orang baru dan bersosialisasi. Di era seperti hari ini, ada banyak talkshow atau acara lokakarya, dan tidak ada salahnya menggunakannya.

Untuk lingkup yang lebih luas, dimungkinkan juga untuk berpartisipasi dalam kompetisi atau penampilan di festival startup. Tapi ingat, datang dengan tujuan yang jelas, cari koneksi.


(B) Bertemu secara pribadi
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan setelah pertemuan di acara tersebut adalah membuat janji untuk bertemu atau mengunjungi kantor. Metode ini dapat lebih dipahami dan dipahami baik secara pribadi maupun untuk pekerjaan. Tapi ingat, ketika Anda berjanji untuk mempertimbangkan waktu dan aktivitas para tamu. Jangan menghargai waktu yang terlambat pada tanggal tersebut.

(c) Tetap terhubung dengan media sosial
Setelah bertemu satu sama lain selama acara, Anda dapat mencoba untuk berkenalan dengan media sosial seperti LinkedIn, Twitter, dan lainnya. Ikuti mereka dan perhatikan apa yang mereka bagikan. Dari waktu ke waktu, buka obrolan dengan meninggalkan komentar pada setiap posting yang Anda anggap sebagai subjek diskusi.

(d) Bersikap proaktif
Di mana pun komunikasi offline dan media sosial diperlukan untuk terhubung, cobalah bersikap proaktif. Jadilah orang yang mengundang kenalan, mengajukan pertanyaan, dan membuka obrolan. Jadi orang yang memulai, tetapi juga memperhatikan etika komunikasi, misalnya, tidak mengganggu pembicaraan orang lain atau meminta hal-hal pribadi. Jika Anda seorang pria palsu, cobalah mengundang seorang kolega yang sudah dikenal mengurangi rasa malu.

(e) Jangan takut ditolak
Dari serangkaian cara membangun jaringan atau koneksi, keberanian untuk menolak. Selalu bersikap lapang ketika lawan bicara Anda berbicara atau ketika orang yang didekati dapat memasuki jaringan atau ketika koneksi diabaikan. Tidak ada respons ketika Anda menghubungi dan tidak ada respons ketika Anda menawarkan janji adalah risiko yang harus ditanggung. Adalah baik untuk tetap optimis dan melanjutkan misi membangun jaringan dengan orang atau tempat lain. Jangan takut ditolak.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*